Wednesday, January 11, 2017

Baraq Obama Meneteskan Air Mata Setelah Berterima Kasih Kepada Sang Istri , di (Pidato Perpisahan Obama)

Baraq  Obama Meneteskan Air Mata Setelah Berterima Kasih Kepada Sang Istri , di (Pidato Perpisahan Obama)


Nada bicara Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mulai berubah di tengah-tengah pidato perpisahan di Chicago, Illinois. Presiden ke-44 AS itu terlihat menahan emosinya ketika berbicara mengenai sang istri, Michelle LaVaughn Robinson. Ia sempat terdiam sejenak ketika nama Michelle keluar dari bibirnya.

Penonton memberikan tepuk tangan meriah saat nama Michelle disebut dalam pidato perpisahan Obama. Barack berterima kasih banyak kepada Michelle yang juga merupakan warga lokal Illinois. Perempuan berusia 52 tahun itu tidak hanya menjadi seorang istri, tetapi juga teman terbaik bagi pria keturunan Kenya tersebut.

“Selama 25 tahun terakhir ini, kamu tidak hanya seorang istri bagi saya, tetapi juga teman terbaik. Kamu mengambil peran yang tidak diminta sebelumnya. Kamu mampu melaksanakannya dengan baik dan dengan sedikit gaya. Kamu membuat Gedung Putih menjadi milik semua warga. Mereka melihat kamu sebagai role model. Kamu membuatku bangga. 
Negara juga bangga padamu,” ucap Obama dengan terisak, Kamis 
(11/1/2017).

Wednesday, January 4, 2017

Anjloknya Kereta Kommuter New York

Anjloknya Kereta Kommuter New York


Satu rangkaian kereta komuter Long Island Rail Road (LIRR) anjlok di Atlantic Terminal di Brooklyn, New York, Amerika Serikat (AS). Insiden terjadi sekira pukul 08.20 waktu setempat. Rangkaian kereta anjlok di jalur 6 setelah menabrak penghalang saat memasuki stasiun tersebut.

Laporan awal menyebutkan sedikitnya puluhan orang luka-luka akibat insiden tersebut. Namun, jumlah tersebut semakin bertambah. Akun Twitter resmi Pemadam Kebakaran New York menyebut sedikitnya 103 orang luka-luka akibat anjloknya rangkaian kereta tersebut.

“Sebanyak 103 orang luka-luka akibat anjloknya kereta LIRR di Atlantic Terminal. Tidak ada yang mengalami luka serius. Seluruh korban dibawa ke Rumah Sakit Brooklyn, Rumah Sakit Methodist, dan Rumah Sakit Kings County,” kicau akun @FDNY, Rabu (4/1/2017).

Penyelidikan aparat setempat terhadap insiden anjloknya kereta komuter di New York, Amerika Serikat, mulai menemukan titik terang. Terungkap bahwa kecepatan kereta saat kejadian jauh melampaui batas maksimum yang diperbolehkan, bahkan hingga tiga kali lipatnya.

"Informasi awal, dari rekaman saat kejadian, menunjukkan bahwa kereta melaju pada kecepatan 82 mph, ketika melintasi tikungan yang hanya diperbolehkan melaju dengan kecepatan 30 mph," jelas Weener seperti dilansir AFP, Selasa (3/12/2013).

Para penyelidik juga menemukan beberapa fakta lain dari penyelidikan sementara. Salah satunya yang menunjukkan bahwa beberapa saat sebelum kecelakaan terjadi, tuas pengendali kereta dalam keadaan idle atau tidak ada yang mengawasi.

Kemudian sempat terjadi hilangnya tekanan pada rem secara mendadak, atau dengan kata lain rem pada kereta tidak berfungsi baik.

Sunday, January 1, 2017

Ditangkapnya Polisi Brasil, Akibat Membunuh Dubes Yunani

Ditangkapnya Polisi Brasil, Akibat Membunuh Dubes Yunani 


Sempat dinyatakan hilang selama tiga hari, jasad Duta Besar Yunani untuk Brasil, Kyriakos Amiridis ditemukan di sebuah mobil yang hangus di Nova Iguacu, dekat Rio de Janeiro pada Kamis 29 Desember 2016.

Kematian pria berusia 59 tahun itu diduga kuat tak wajar. Sejumlah orang pun ditangkap dalam kasus pembunuhan termasuk istri korban Francoise Amiridis, dan kekasih gelapnya, Sergio Gomes Moreira Filho.

Sergio Gomes Filho, yang berprofesi sebagai polisi di Rio de Jainero mengakui  perbuatanya. Ia juga tak mengelak punya hubungan terlarang dengan istri sang duta besar.

Menurut keterangan polisi, seperti yang dikutip  dari Xinhua, Minggu (1/1/2017), Dubes Amiridis  di bunuh di sebuah properti di Nova Iguacu , dekat Rio.

Jasadnya kemudian di masukan ke dalam mobil sewanya yang kemudian di temukan ,dibakar  dan ditinggalkan begitu saja di atas jalanan beraspal. Sergio Gomes Moreira Filho mengaku membunuh Dubes Amiridis atas suruhan istri korban, dengan cara menikamnya.


Penyidik Evaristo Magalhaes melabeli pembunuhan yang dilakukan pria 29 tahun itu sebagai 'a crime of passion' -- kejahatan berlatar gairah. Pelaku terlibat asmara terlarang dengan istri korban

Sergio Gomes Moreira Filho dan Francoise Amiridis diduga merencanakan pembunuhan itu beberapa hari sebelum kejadian.

Seperti dikutip dari Euronews, sepupu Moreira juga ditahan atas sangkaan bertindak sebagai pemantau situasi saat pembunuhan itu dilakukan dan membantu membawa jasad korban dari rumah tempatnya dibunuh dengan bayaran 24 ribu euro.

Dubes Amiridis ditempatkan di Brasilia. Namun, ia merayakan Natal di Nova Iguacu, di mana keluarga istrinya tinggal. Pria itu juga dilaporkan membeli rumah di dekat kediaman mertuanya.

Meski meninggalkan rumah kerabatnya pada Senin 26 Desember 2016, istri korban baru melaporkan hilangnya sang suami dua hari kemudian.