Tuesday, December 13, 2016
Tiga Negara Mempertketat Keamanan di Suluh ,Namun Masih Saja Kecolongan si Sabah
"Sebetulnya untuk perairan Sulu dari bulan Juni sudah nggak ada lagi penculikan. Kita kan ada tiga bentuk keamanan. Join patrol yaitu menjaga wilayah bareng-bareng. Ada juga coordinated patrol, di mana wilayah RI dipatroli dan Filipina juga. Jadi nggak pernah ada yang kosong, terjaga semua. Yang ketiga adalah convoy, penjagaan dari depan belakang," beber Iqbal.
Pengamanan seperti itulah yang membuat perairan Sulu kini sudah aman. Namun rupanya pemerintah tidak mengira para penyandera akan mengubah lokasi operasi mereka.
"Kita sebetulnya melihat itu (pengamanan) sudah berhasil di perairan Sulu. Cuma waktu itu kita tidak mempertimbangkan ada yang namanya perairan Sabah. Pengamanan belum terjangkau karena itu penculikan sekarang banyak terjadi di sana," ujar Iqbal.
Meski demikian, pemerintah terus mendorong pemerintah Malaysia untuk meningkatkan pengamanan di perairan Sabah. Selain itu, pemerintah juga mengimbau para pelaut agar menjauhi wilayah konflik untuk sementara agar tidak terjadi penculikan lagi.
"Konsular kita di Tawau sudah memberikan imbauan ke masyarakat kita di pesisir untuk sementara waktu sampai kondisi cukup stabil, jangan melaut dulu. Dan kita juga sudah sampaikan seruan ini kepada asosiasi pemilik kapal, dan mereka bisa menerima itu sementara. Sambil menunggu ada upaya penguatan di pihak Malaysia," tuntas Iqbal.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment